Social Icons

Featured Posts

Rabu, 31 Januari 2018

PWMU.CO – Gerhana bulan total akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia pada Rabu, 31 Januari 2018. Secara keseluruhan, waktu terjadinya gerhana bulan diawali dengan gerhana bulan sebagian mulai pukul 18.45 WIB, 19.48 WITA atau 20.48 WIT.
Gerhana bulan total mulai pukul 19.52 WIB, 20.52 WITA, dan 21.52 WIT. Sementara puncak gerhana mulai pukul 20.30 WIB, 21 30 WITA dan 22.30 WIT. Gerhana total berakhir pukul 21.08 WIB, 22.08 WITA dan 23.08 WIT. Gerhana sebagian berakhir pukul 22.11 WIB, 23.11 WITA dan 00.11 WIT hari Kamis, 1 Februari 2018 dini hari.
Seiring dengan kehadiran gerhana, baik bulan maupun matahari, umat Islam disunnahkan untuk menjalankan shalat sunnah gerhana. Berikut adalah ringkasan tatacara shalat gerhana yang dihimpun oleh Redaksi PWMU, berdasarkan pada uraian Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jatim bidang Tarjih, DR Syamsuddin MAg.
Seperti shalat Subuh dua rakaat, tatacara shalat gerhana juga hampir sama. Yang membedakan hanyalah: shalat gerhana dilakukan dua rakaat, tapi ada empat kali rukuk yang dilakukan. Shalat dimulai dengan niat dalam hati, kemudian dilanjutkan dengan berbagai amalan berikut:
1) Membaca Takbiratul Ihram sebagaimana dalam shalat fardlu.
2) Membaca doa iftitah.
3) Selanjutnya imam membaca surat al-Fatihah dan surat al-Quran, sementara makmum cukup mendengarkan apa yang dibaca oleh imam.
4) Rukuk, dengan membaca doa rukuk sebagaimana dalam shalat fardlu.
5) Bangkit dari rukuk dengan membaca “sami’a Allahu liman Hamidah, rabbanaa wa lakal hamdu”.
6) Imam kembali membaca surat al-Fatihah dan surat al-Quran lagi, sementara makmum cukup mendengarkan apa yang dibaca oleh imam.
7) Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, sambil membaca doa rukuk sebagaimana dalam shalat fardlu.
8) Bangkit dari rukuk (i’tidal), sambil membaca “sami’a Allahu liman Hamidah, rabbanaa wa lakal hamdu”.
9) Dilanjutkan dengan sujud, dengan mambaca doa sujud sebagaimana dalam shalat fardlu.
10) Dilanjutkan dengan duduk di antara dua sujud, sambil membaca doa sebagaimana dalam shalat fardlu.
11) Dilanjutkan dengan sujud, dengan mambaca doa sujud sebagaimana dalam shalat fardlu.
12) Bangkit berdiri menuju ke rakaat kedua. Pada rakaat ini mengerjakan sebagaimana rakaat pertama (nomor 3-11)
13) Dilanjutkan dengan duduk tasyahud akhir, dengan membaca doa sebagaimana dalam shalat fardlu.
14) Mengakhiri shalat dengan salam, sambil menoleh ke kanan kemudian kiri sebagaimana dalam shalat fardlu.
15) Selanjutnya imam/khatib berdiri berkhutbah untuk mengingatkan akan tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah swt lewat fenomena gerhana.
Selesai. (kholid)sumber : https://www.pwmu.co/51811/2018/01/gerhana-bulan-tanggal-31-januari-2018-berikut-tata-cara-shalat-gerhana-dan-ketentuannya/

Sabtu, 17 Desember 2016

Nabi Khidir AS dan Lima Pesan Misterius Sarat Hikmah

REPUBLIKA.CO.ID, Kisah Nabi Khidir AS memang sarat dengan pesan dan hikmah bijak. Bukan hanya seputar perjalanannya yang fenomenal dengan Nabi Musa AS, melainkan masih banyak lagi kisah hidup lain dari Nabi Khidir yang bermuatan hikmah agung.
Di antaranya, seperti dikisahkan Jurnal 1001 Kisah Teladan Muslim, Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi mendapat perintah. Perintah tersebut berbunyi: “Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat.” Begitu bunyi bait pertama kepada Nabi Khidir.  
Masih di dalam tidurnya, Nabi Khidir menerima lima perintah yang harus dikerjakannya dengan segera jika ingin mendapatkan ridha Allah SWT.  “Engkau juga dikehendaki berbuat, pertama apa yang engkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua engkau sembunyikan, ketiga engkau terimalah, keempat jangan engkau putuskan harapan, dan yang kelima larilah engkau daripadanya.”  
Pada keesokan harinya, Nabi Khidir  itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat. Baru beberapa kilo keluar dari rumahnya, Nabi Khidir dipertemukan dengan perintah pertama.
Naum Nabi Khidir bingung karena yang diperintahkan pertama itu adalah memakannya. Sementara yang ia temui adalah sebuah bukit. Karena kebingungan itu ia bergumam dalam hatinya.    
“Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."
Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika ia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti.
Maka Nabi Khidir itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Ia pun mengucapkan syukur.
 “Alhamdulillah perintah pertama sudah aku kerjakan semoga Allah memudahkan pelajaran yang tersirat ini,” katanya.   
Setelah menyelesaikan perintah pertama, Nabi Khidir meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas.
Ia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan. Untuk itu ia bersegera menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu dan kemudian ia tinggalkan begitu saja.
Setelah meninggalkan beberapa langkah. Tiba-tiba mangkuk emas itu keluar seperti semula. Nabi itu pun menanamkannya kembali. Kejadian itu berulang-ulang hingga tiga kali berturut-turut. Maka berkatalah Nabi Khidir. “Aku telah melaksanakan perintah-Mu ya Allah.” 
Lalu ia pun meneruskan perjalanannya. Anehnya, ia kembali mengalami peristiwa serupa. Tanpa disadari Nabi Khidir mangkuk emas tersebut untuk kesekian kalinya, keluar dari tempat ditanam.
Namun Nabi Khidir kali ini tidak mempedulikannya. Ketika ia sedang berjalan, tiba-tiba ia melihat seekor burung elang sedang mengejar seekor burung kecil.   
Kemudian burung kecil yang terlihat kelelahan itu menghampiri Nabi Khidir dan berkata. “Wahai Nabi Allah, tolonglah aku,” pintanya dengan napas tersengal-sengal .
Mendengar permintaan burung yang memelas itu. Nabi Khidir pun langsung meraih burung itu dan masukkan ke dalam bajunya agar tidak diterkam burung elang yang sedang lapar itu.
Namun burung elang mengetahui kalau mangsanya telah disumbunyikan oleh Sang Nabi. Elang pun datang menghampiri Nabi Khidir dan berkata, “Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku.”  
Karena dua-duanya membutuhkan pertolongannya, Nabi Khidir pun sempat kebingungan. Namun ia teringat pesan dan arahan keempat yang muncul dari mimpinya, yaitu hendaknya ia tidak memutuskan harapan.
Akhirnya ia membuat keputusan untuk mengambil pedang lalu memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada elang itu.
Setelah mendapat daging itu, elang pun terbang dan burung kecil tadi dan melepaskannya ke alam bebas.
Usai kejadian itu, Nabi Khidir meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian ia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya. Ia pun bergegas lari dari situ karena tidak tahan menghirup aroma yang sangat menyengat itu.

Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, Nabi Khidir pulang ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi Khidir  pun berdoa. Dalam doanya ia berkata, “Ya Allah, aku telah pun melaksanakan sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku arti semuanya ini,” katanya dalam doanya di malam hari. 
Tidak lama setelah berdoa Nabi tertidur dan kembali bermimpi. Dalam kesempatan mimpi kali ini, ia mendapatkan jawaban atas keseluruhan perintah yang ditujukan kepadanya itu.
“Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya tampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis dari pada madu.
Kedua, semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan tampak juga. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya.
Keempat jika orang meminta kepadamu, berusahalah membantunya, meski sejatinya engkau tengah ada suatu kepentingan. Kelima,  bau yang busuk itu ialah ghibah atau menceritakan hal seseorang. “Maka larilah dari orang orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah,” kata Allah.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/16/07/01/o9n9kd320-nabi-khidir-as-dan-lima-pesan-misterius-sarat-hikmah-part1

Selasa, 08 Maret 2016

Anjuran sholat gerhana umat muslim NTT

Kupang (ANTARA News) - Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kementerian Agama Nusa Tenggara Timur, H Syamsul Maarif mengimbau seluruh umat Islam dan pengurus masjid melaksanakan shalat sunat gerhana saat terjadi gerhana matahari pada 9 Maret 2016.
Imbauan itu merupakan tindak lanjut setelah menerima surat imbauan Dirjen Bimas Islam yang disertai lampiran mengenai tata cara pelaksanaan shalat sunat gerhana," katanya kepada Antara di Kupang, Minggu.
Ia mengatakan saat ini pihaknya telah berencana menggelar shalat sunat gerhana dua rakaat dengan opsi pelaksanaan di Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima Kota Kupang, yang akan menjadi pusat peneropongan Gerhana Matahari Sebagian (GMS) untuk wilayah NTT oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang.
"Opsi yang ditawarkan adalah menggelar shalat gerhana di dalam ruangan dan bukan di halaman terbuka," katanya.
Shalat ini berbeda dengan shalat sunat yang lain. Salat ini dilakukan juga agar kita semua memohon agar keburukan yang terkandung dari terjadinya gerhana tidak menimpa kita. Itu yang dianjurkan Rasulullah untuk umat Islam," katanya.
Ia menambahkan, setelah shalat dilakukan khutbah untuk mengingat kekuasaan Allah SWT dan kelemahan manusia, serta kondisi kehidupan kebangsaan dewasa ini.
Menurutnya, peristiwa luar biasa itu, harus disyukuri dengan bentuk peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dia juga mengatakan, peristiwa gerhana pernah terjadi di zaman Rasulullah bertepatan dengan wafatnya putra Rasulullah bernama Ibrahim.
"Kala itu para sahabat mengira gerhana tersebut ada kaitannya dengan meninggalnya sang putra, namun Rasulullah SAW mengatakan peristiwa tersebut merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT," katanya.
Kemudian, lanjut dia, Rasulullah SAW memerintahkan untuk melaksanakan shalat sunat dua rakaat, yang disebut dengan shalat kusyuf sebagai kesyukuran.
Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin juga minta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk melaksanakan Shalat Gerhana, karena itu sangat dianjurkan.
Menurutnya, fenomena alam tersebut harus diiringi doa dengan melakukan shalat. Dengan adanya shalat gerhana tersebut diharapkan kejadian alam yang terjadi puluhan tahun itu berjalan lancar.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Stasiun Geofisika Kupang Ikhsan lama GMS antara 1,5 hingga tiga menit, dan menurut dia, semakin ke timur akan semakin lama. Waktu GMT di wilayah Indonesia bagian barat terjadi pada sekitar pukul 06.20, di wilayah tengah sekitar pukul 07.25 WITA, dan di wilayah timur sekitar pukul 08.36 WIT.
Ikhsan mengatakan umumnya waktu dimulainya gerhana matahari di wilayah Nusa Tenggara Timur pada 9 Maret 2016 versi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat pada pukul 07.27 WITA.
"Gerhana matahari tanggal 9 Maret 2016 di NTT secara umum dimulai jam 7.27 Wita dan akan mencapai puncak gerhana sebagian pada pukul 08.35 WITA dan diperkirakan akan berakhir pada pukul 09.51 WITA," katanya.
Jadi rata-rata durasi atau lamanya gerhana matahari di wilayah ini 2 jam 27 menit dengan durasi terlama diperkirakan akan terjadi di Kalabahi ibu kota Kabupaten Alor 2 jam 31 menit 35,8 detik.
Gerhana matahari, kata dia merupakan suatu peristiwa di mana bulan melintas di antara bumi dan matahari sehingga kedudukan matahari, bulan, dan bumi terletak pada satu garis lurus dan menyebabkan cahaya matahari yang jatuh ke bumi terhalang oleh bulan.
Gerhana matahari terjadi ketika piringan Matahari tertutup oleh piringan Bulan yang berada di antara Matahari dan Bumi. Peristiwa astronomis langka ini rata-rata berlangsung dua kali setiap tahun dan hanya dapat diamati dari sebagian kecil wilayah di permukaan Bumi.
Gerhana matahari total, yang terjadi setiap 275 tahun sekali di suatu daerah akan terjadi di beberapa daerah di Indonesia pada 9 Maret 2016.
Pada 2001 hingga 2020, hanya terdapat tiga gerhana matahari yang teramati jelas di Indonesia, yakni gerhana matahari cincin (GMC) 26 Januari 2009, GMT 9 Maret 2016, dan GMC 26 Desember 2016. GMT 9 Maret 2016 memiliki keistimewaan karena penduduk di seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan setidaknya gerhana matahari sebagian di pagi hari.
Editor: Ruslan Burhani

Rabu, 06 Mei 2015

Penerimaan Santri Baru Kader Muhammadiyah Pondok Pesantren Asy-syifa' Muhammadiyah Bambanglipuro



Berawal dari kemandirian akan menumbuhkan rasa Percaya Diri yang tinggi untuk melewati badai besar ketika melewati lautan luar kehidupan.

Info Pendaftaran : Penerimaan Santri Baru

Bukan SMK tapi Buka Jurusan Pengeboran Minyak

BANTUL - Nekat, mungkin itulah yang pantas disebutkan kepada pengelola Madrasah Aliyah (MA) Asyifa di Ganjuran, Kecamatan Bambanglipuro. 

Bagaimana tidak nekat, mereka berani membuka jurusan pengeboran minyak dan gas bumi. Padahal, dengan status MA mereka masih di bawah koordinasi Departemen Agama dan bukan sekolah kejuruan. MA yang berada di bawah garis koordinasi Pondok Muhammadiyah Asyifa ini nekat membuka program pengeboran minyak dan gas bumi karena merasa hal tersebut adalah peluang. 

Mereka ingin mendobrak berbagai kebiasaan-kebiasaan di dunia pendidikan selama ini. Meskipun mereka yakin, obsesi mereka tersebut akan mengalami jalan terjal untuk urusan birokrasi. Kepala MA Asyifa, Akhid Widi Ramanta mengungkapkan, awalnya memang mereka belum terpikirkan untuk membuka jurusan khusus seperti pengeboran ini. 

Hanya saja, awal tahun ini mereka mendapatkan tawaran dari para alumnus jurusan perminyakan UPN Veteran Yogyakarta tahun 1985 untuk membuka jurusan ini. “Saya langsung terima, ini peluang sekaligus tantangan,” kata Akhid. Dia memutuskan nekat kerja sama dengan para alumnus tersebut meski tahu jika jurusan keterampilan pengeboran minyak dan gas sama sekali belum pernah ada di sekolah DIY. 

Namun dia yakin, pembukaan jurusan ini merupakan salah satu upaya dari MA Asyifa untuk turut membantu memecahkan permasalahan pendidikan yang ada saat ini. Pihaknya sangat menyadari saat ini fenomena boomingsekolah menengah kejuruan (SMK) sedang terjadi. Jurusan-jurusan seperti otomotif dan mesin menjadi yang paling banyak dipilih oleh pengelola SMK untuk memberi alternatif pendidikan di kabupaten ini. 

Namun di satu sisi, sebagian besar lulusan mereka tidak terserap lapangan kerja karena ketidaksiapan mereka. “Paling-paling jadi buruh di bengkel,” katanya. Dia sadar, karena masih baru maka pihak sekolah harus bekerja keras. Bahkan sampai saat ini ia mengaku belum mengetahui bentuk pembelajaran ideal tersebut seperti apa, apakah 60% praktik dan 40% teori. 

Karena dia mengakui, jika sampai saat ini kurikulum untuk jurusan yang dia buka tersebut sama sekali belum ada. Dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada para alumni UPN Veteran yang bersedia menyusun kurikulum tersebut. Apalagi, ada dari beberapa alumni UPN Veteran yang menjadi akademisi yang biasa mengurusi soal kurikulum. 

Dirinya juga tidak khawatir jika jurusan ini sepi peminat, karena pihak sekolah sudah menandatangani kerja sama dengan perusahaan pertambangan yang akan menampung mereka. “Kami telah MoU dengan PT Obsidian Muara Mandiri,” paparnya. 

Untuk urusan birokrasi, jika nanti kemungkinan besar tidak bisa melalui MA, bisa saja membuka jurusan tersebut melalui Madrasah Aliah Kejuruan (MAK). Namun dia yakin bisa tetap melalui MA karena ada celah Kurikulum 2013 yang memungkinkan untuk membuka jurusan tersebut. Apalagi, sambutan dari Depag dan Pengurus Wilayah Muhammadiyah juga sangat bagus. 

Sementara itu, Ketua Alumni Perminyakan UPN Veteran tahun 1985, Kuncoro Hari Purwanto mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari para pengusaha perminyakan alumni UPN Veteran Yogyakarta yang telah sukses dalam dunia usahanya. 

Para pengusaha dari alumni UPN ini berkeinginan membantu lembaga pendidikan yang dapat menelurkan ahli madya profesional di bidang pengeboran minyak. “Komitmen kami, membantu menyiapkan ahli madya professional dengan tidak mendirikan sekolah baru,”terangnya. 

Rencananya, tahun ini mereka akan mulai membuka pendaftaran dua rombongan belajar dengan kapasitas 68 siswa. Para peserta akan mendapatkan sertifikat pengeboran berskala nasional dan bahkan internasional. Selain itu, lulusan juga akan disalurkan ke perusahaan eksplorasi minyak dan gas bumi baik di dalam maupun luar negeri. 

Mereka memilik target, para lulusan tersebut mampu menembus ladang minyak di timur tengah. Pihaknya sengaja memilih MA yang ada kaitannya dengan pondok pesantren karena memang selama ini, kepribadian para penghuni pesantren lebih dibandingkan dengan pada umumnya. 

Apalagi, dari sisi kedisiplinan, para penghuni pesantren lebih disiplin. Karena memang untuk bekerja di dunia pengeboran harus memiliki disiplin yang tinggi. 


sumber : http://www.koran-sindo.com/read/997942/151/bukan-smk-tapi-buka-jurusan-pengeboran-minyak-1430885187


Info Pendaftaran : (0274)6460484 (Jam Kerja : 08.00 - 12.00 WIB) atau 08122719230.
On Line : Disini

Minggu, 26 April 2015

Keajaiban Doa Orang Tua untuk Anaknya

“Anakmu pintar sekali ya. Masih kecil tapi rajin ke masjid ikut shalat jamaah. Antum mengajaknya tiap hari?” kata seorang ikhwan kepada temannya sesama kader dakwah.
“Alhamdulillah, dia berangkat sendiri tanpa disuruh.”
“Hebat. Gimana tipsnya?”
“Wallahu a’lam. Ana nggak merasa ada tips khusus. Hanya saja, sejak sebelum menikah aku selalu berdoa: Rabbij’alni muqimash shalati wa min dzurriyati, rabbana wa taqabbal du’a’.”
Masya Allah… Doa yang dimaksud ikhwan tersebut adalah

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami dan anak cucu kami orang-orang yang tetap mendirikan sholata. Ya Tuhan kami, perkenankan doa kami.” (Q.S. Ibrahim: 40)
***
“Dulu waktu masih SMA, ia jarang pulang. Ikut genk yang nggak jelas. Shalatnya juga malas,” seorang ibu bercerita tentang anaknya yang kini telah menikah, “Lalu aku berdoa setiap selesai shalat fardhu dan shalat malam. Agar ia jadi anak yang shalih”
Setelah sekian lama mendawamkan doa, keajaiban mulai terlihat.
“Dini hari itu, setelah tahajud dan berdoa aku tertidur,” lanjut ibu itu, “aku bermimpi tubuh anakku dipenuhi ulat. Lalu aku mengambilnya satu per satu.”
Tak lama setelah mimpi itu, sang anak perlahan berubah. Sedikit demi sedikit ia menjaga jarak dengan genk-nya. Jika tak ada perlu ia berada di rumah, belajar. Di bangku kuliah, akhlaknya kian membaik, shalat lima waktu dipenuhinya dan ia meraih 10 besar IPK di fakultasnya.
***
Saudaraku, kadang sebagai orang tua kita melupakan senjata utama; doa. Kita lupa, di saat ada masalah dengan anak kita, di saat mereka jauh dari harapan kita, kita melupakan doa. Bukankah anak-anak kita sesungguhnya adalah milik Allah? Bukankah yang menggenggam hati mereka adalah Allah? Dan bukankah yang kuasa untuk mengubah dan memperbaiki mereka adalah Allah? Lalu mengapa kita tidak berdoa dan berdoa memohon kepada-Nya?
Ud’uunii astajib lakum. Allah sudah berfirman, berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan. Maka jika kita ingin akan kita shalih, anak kita taat, anak kita dekat dengan Allah, jalan utamanya adalah berdoa. Mintalah kepada Allah. Siapapun mukmin yang berdoa kepada Allah, Dia akan mengabulkannya. Apalagi jika yang berdoa adalah orang tua dan yang didoakan adalah anaknya.
Dalam sejumlah hadits, Rasulullah menegaskan bahwa doa orang tua untuk anaknya adalah doa yang akan dikabulkan. Doa yang tidak akan ditolak oleh Allah Azza wa Jalla.

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa musafir dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud; hasan)

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

“Tiga doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi; shahih)
Maka mulai malam ini, berdoalah untuk anak-anak kita. Doakanlah mereka, lalu perhatikan keajaiban yang akan terjadi. [Muchlisin BK/bersamadakwah]

Sumber : http://bersamadakwah.net/keajaiban-doa-orang-tua-untuk-anaknya/