Social Icons

Jumat, 26 April 2013

Guruku Idolaku

Sepenggal kisah nyata dari seorang anak muda sebut saja namanya Jojo, tidak banyak orang yang mengenal pribadinya, yang saya tahu dia sederhana, pendiam, kalau berangkat sekolah sangat semangat dari rumah sampai sekolahan naik sepeda. hebat ya.
Upss. tapi bukanlah harus begitu ya kita harus semangat menuntut Ilmu, karena menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim "barang siapa yang pergi menuntut ilmu dengan niat semata-mata karena Allah maka akan dimudahkan segala urusannya" dan janji Allah dalam kalam ilahi "Allah akan meninggikan beberapa derajat kaum yang berilmu".
Semangat semangat dan semangat.
Manjadda Wajadda, "Bukan parang yang tajam saja yang bisa memotong kayu akan tetapi parang yang tumpulpun bisa memotong kayu tersebut apabila kita berusaha dengan sekuat tenaga untuk dapat memotongnya" coba saja.
Guru (Di Gugu dan ditiru) 
Setiap langkah gerak dari seorang guru patilah akan ditiru oleh siswanya demikian juga dengan temanku yang satu ini, sangat mengidolakan gurunya di sekolahan, siapa gerangan yang dia idolakan. he he he
Tidak lain tidak bukan adalah guru agamanya, ya. karena suaranya bagus. dan belum lama bertemu beliau tidak berubah sejak 10 tahun yang lalu, serasa masih muda. he he he
Benar juga apa kata Al-Qur'an "orang yang mempunyai jiwa yang tenang itu akan senantiasa tenang dan membuat wajah orang itu berseri-seri tiada pernah dimakan usia" 
Lanjut...
Terakhir dia ketemu gurunya itu di UMY, tidak di sangka-sangka yang dahulu muridnya sekarang jadi teman pelatihan, wah hebat ya. he he he, ingat "PERUBAHAN ITU PASTI" jangan melihat seseorang itu sekarang tapi lihatlah 5 tahun kedepan. 
Yah, karena AKhlak seorang guru itu menjadi contoh buat siswanya jadi ayo guru dan calon guru masa depan, bukan hanya ilmu eksak saja yang kita pelajarkan buat siswa kita akan tetapi kita bentuk akhlak siswa kita dengan pendidikan agama.

Wates 26 April 2013, untukmu seseorang yang menggetarkan hatiku.

Minggu, 13 Januari 2013

Gambaran kehidupan manusia di Dunia


disampaikan oleh Erik Sudarmanto dalam Kajian Rihlah PM NA Mulyodadi serta di Kajian Jamaah Tahfidz Bambanglipuro.
----------------------------------------------------------------------------------------------
Manusia dilahirkan di Dunia ini tidak mempunyai apa-apa, tdk membawa apa-apa, serta tidak tahu apa-apa. Karena tabiatnya manusia ingin punya apa-apa, pengen tahu apa-apa. Tidak heran jika banyak manusia yang terlena dengan dunia ini, mereka pengen menguasai dunia ini sudah punya sepeda ontel kepengen sepda motor, setelah punya sepeda motor kepengen mobil dst, padahal kehidupan di dunia ini tiadalah kekal selamanya.

Pengibaratan manusia hidup itu adalah seseorang sedang dikejar-kejar harimau (malaikat maut) yang siap mencabut nyawa dirinya kapanpun dimanapun .

Dan orang tersebut jatuh kejurang dan menyangkut di sebuah batang pohon (dunia). Serta jurang dibawah itu penuh dengan binatang2 yang lebih ganas dari pada harimau.
Mau Naik di atas ada harimau mau turun ada binatang2 melata yang ganas di bawah jurang.

Pada waktu orang tersebut tersangkut di pohon jatuhlah setetes madu dari atas (kenikmatan dunia). dalam cerita ini nikmat yang ada di dunia ini di ibaratkan hanya setetes madu. *terus yang sebotol dimana?

Dan tanpa disadari ternyata di pohon tersebut terdapat dua buah ekor tikus (waktu) yang terus menerus menggerogoti batang pohon tersebut. *Karena setiap hari di gerogoti tikus, pastilah pohon tersebut akan patah dengan sendirinya.
Kalau kita hanya menikmati sedikit madu yang turun dari atas kita terlena denganya, kita tidak tahu bahwa ada kenikmatan yang lebih dari pada itu, sungguh kita akan menyesal di kemudian hari.

Selama kita tersangkut di pohon ini mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri, mencari bekal untuk kehidupan kita selanjutnya, kenikmatan dunia itu ibarat hanya setetes madu saja, yang satu botol nanti di surganya Allah SWT. Tikus(waktu) tidak pernah berhenti teman dia selalu menggerogoti batang pohon tersebut, kalau kita tidak sadar nanti waktu kita terbuang sia-sia.

Mari kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada ALLAH SWT, memperbaiki diri kita, ikuti kajian2 Islam, HORMATI KEDUA ORANG TUA, Makmurkan Masjid, Ajari Anak-anak ngaji dan masih banyak lagi.

“ Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali beribadah (mengesakan ibadahnya) kepada-Ku, Aku tidak mengendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak mengendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku, Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan Lagi Maha Sangat Kuat” (Adz Dzariat:56-58)

Berkata Al Imam Ibnu Katsir tentang tafsir ayat ini : “Bahawasanya Allah ta’ala menciptakan makhluk untuk beribadah hanya kepadaNya saja tidak ada sekutu bagiNya. Barangsiapa mentaatiNya maka Allah akan membalasnya dengan balasan yang sempurna. Dan barngsiapa yang durhaka (menentang) kepadaNya maka Allah akan mengadzabnya dengan adzab yang sangat dahsyat. Dan Allah memberitakan bahwanya Dia tidak butuh kepada makhukNya bahkan merekalah yang butuh kepadaNya dan Dialah Yang menciptakan dan Yang memberi rizki mereka.

Efektivitas Sejati

7 prinsip, yang bila diterapkan sebagai kebiasaan hidup, akan menuntun seseorang mencapai efektivitas sejati. Setiap kebiasaan dibahas dalam bab tersendiri dengan inti-inti sebagai berikut :

1 . Be Proactive (Bersikap Proaktif). 
Dalam menghadapi suatu masalah, kita bisa memilih untuk bersikap reaktif atau proaktif. Reaktif akan terjadi saat kita cenderung menyalahkan orang lain atau keadaan yang sulit. Sedangkan proaktif adalah sikap bertanggung jawab atas setiap aspek dalam kehidupan kita, yang selanjutnya membuat kita mengambil inisiatif dan tindakan. Intinya, jika dilihat dari definisi diatas sikap proaktif membuat kita tidak terhanyut oleh keadaan, tetapi justru kita yang berusaha mengendalikan keadaan. Dalam konsep "stimulus dan respons", keadaan adalah stimulus yang tidak dapat dikendalikan, tetapi manusia mempunyai daya untuk memilih respons apa yang akan dia ambil.

2. Begin with the End In Mind (Memulai dengan Tujuan di Pikiran). 
Orang sukses biasanya adalah orang-orang yang memegang teguh cita-citanya, namun banyak orang yang memiliki cita-cita, tetapi sedikit yang mampu merealisasikannya. Agar bisa mencapai apa yang kita cita-citakan kita harus bisa memvisualisasikannya dari hal yang kecil sampai besar, bisa juga dengan memulai untuk menuangkan visi hidupnya itu dalam suatu pernyataan. Dengan membuat "Pernyataan Misi Pribadi", kita dibantu untuk berkonsentrasi dan mempertimbangkan konsekuensi-konsekuensi apa yang akan dihadapi sebelum kita bertindak. 

3. Put First Things First (Dahulukan Yang Utama). 
Seperti halnya diagram waktu yang mengajarkan kita untuk mempunyai tingkatan kepentingan. Setelah menentukan mana yang penting dan mendesak maka hal tersebut yang harus kita dahulukan, tapi bukan berarti melupakan tugas-tugas yang telah kita punya, hanya saja pengerjaannya kita dahulukan. Dengan sempitnya waktu, seorang pemimpin harus mampu mendelegasikan sebagian tugasnya. Pendelegasian tersebut akan efektif bila sejak awal ada kesepakatan hasil yang ingin dituju, jadi bukan semata rincian rencana kerja dari atas.

Kebiasaan 1- 3 merupakan kebiasaan yang berhubungan dengan diri sendiri untuk membangun karakter pribadi.

4. Think Win/Win (Berpikir Menang-Menang)
Terkadang saat kita dihadapkan dengan sebuah persaingan/permasalahan, kita harus memilih mana yang terbaik untuk kita. Ada saatnya kita mempunyai solusi yang merugika salah satu pihak, padahal sebaik-baiknya solusi yang diambil adalah yang bersifat win-win solution bagi kedua belah pihak yang sedang ada permasalahan.

5. Seek First to Understand, Then to be Understood (Mengerti Dulu, Baru Dimengerti). 
Jika kita lihat bagaimana para psikolog atau dokter-dokter mengobati pasiennya adalah dengan cara benar-benar merasakan apa yang sedang pasien alami, baru setelah itu memberikan “obat”. Sifat manusia yang selalu ingin diperhatikan oleh orang lain akan membuat orang lebih terbuka menerima nasihat kita saat kita telah benar-benar memperhatikannya. Tinggal bagaimana kita untuk membangun komunikasi yang efektif. 

6. Synergize (Sinergi)
jika kita bekerja dalam sebuah tim, salah satu hal yang dapat kita lihat dari kesuksesan suatu tim adalah saat komunikasi antar anggota tim berjalan secara baik, dengan cara saling menghormati pendapat-pendapat yang berlainan, saling membantu saat ada yang lemah dalam bidang tertentu, dan saling mengisi kelebihan-kelebihannya sehingga menjadikan tim yang solid. Intinya, galilah potensi dan kontribusi setiap anggota team. Jika sinergi dapat dicapai, maka hasil satu team lebih besar daripada hasil anggota bila bekerja sendiri-sendiri. 

Kebiasaan 4,5,6 berhubungan dengan publik, yang diwujudkan dengan menguasai komunikasi dan kerjasama yang efektif dengan orang lain.

7. Sharpen the saw (Pertajam Gergaji)
Kebiasaan ini berfokus pada pembaharuan diri secara mental, fisik, emosional/sosial dan spiritual yang seimbang. Dengan kesibukan sehari-hari yang kita isi dengan berbagai kegiatan kita harus mempunyai waktu merefreshing fisik

Sabtu, 12 Januari 2013

Renungan Buat Suami Istri dan Calon Suami Istri


Renungan buat para istri. Mengapa ridha suami itu adalah syurga bagimu wahai para istri?
1. Suamimu dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.
2. Suamimu dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya hingga dia beranjak dewasa. namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.
…
3.Suamimu ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.
4.Suamimu berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.
5.Suamimu berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu. sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.
6.Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka, karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka. karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri. SUBHANALLAH —
Tentu tidak adil jika hanya istri yang selalu diminta untuk memahami dan bersikap baik, para suami juga perlu diberi nasehat bagaimana cara memperlakukan istrinya dengan baik. Berikut nasehat untuk para suami atau calon suami yang saya copas dari sebuah milis.

Ada 8 nasihat untuk para lelaki, yang menurut saya cukup bagus juga, inilah ke 8 nasihat itu:
1. Kakek berkata, hargai istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab istrimu juga seorang ibu dari anak-anakmu.
2. Jika marah boleh tidak berbicara dengan istrimu, tapi jangan bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya).
3. Jantung rumah adalah seorang istri. Jika hati istri mu tidak bahagia, maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian). Maka sayangi istrimu agar dia bahagia dan kau akan merasa seperti di surga.
4. Besar atau kecil gajimu, seorang istri tetap ingin diperhatikan. Dengan begitu, maka istrimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang.
5. dua orang yang tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. Karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.
6. Di luar banyak wanita idaman melebihi istrimu. Namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu. Saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain di belakangmu.
7. Banyak istri yang baik. Tapi di luar sana banyak pria yang ingin
mempunyai istri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya. Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap istrimu. Maka jangan biarkan istrimu meninggalkan rumah karena kesedihan, Sebab ia akan sulit sekali untuk kembali.
8. Ajarkan anak laki-lakimu bagaimana berlaku terhadap ibunya, sehingga kelak mereka tahu bagaimana memperlakukan istrinya.
Subhanallah, nasehat-nasehat seperti ini sangat berguna bagi hidup kita. Meskipun tidak dikenal siapa yang pertama kali menuliskan nasehat tersebut, siapapun anda, mudah-mudahan pahala dari Allah SWT dilimpahkan kepada anda.

Jumat, 07 Desember 2012

JODOH ITU KETENTUAN ALLAH


Jodoh tiada kaitan dengan keturunan. Hanya belum sampai masanya. Ia bagai menanti jambatan untuk keseberang. Kalau  jambatannya panjang, jauhlah perjalanan kita. Ada orang jodohnya cepat sebab jambatannya singkat. Usia 25 tahun rasanya belumlah terlalu lewat. Dan usia 35 tahun belum apa-apa kalau sepanjang usia itu telah digunakan untuk membina kecemerlangan. Nyatakanlah perasaan dan keinginan anda dalam doa-doa lewat solat. Allah itu Maha Mendengar. “Wanita baik untuk lelaki yang baik, sebaliknya wanita jahat untuk lelaki yang jahat”. Yakinlah pada janji-Nya kerana kita orang yang beriman.
Biar lambat jodoh asalkan mendapat Mr. Right dan biar seorang diri dari pada menjadi mangsa lelaki yang tidak beriman dikemudian nanti. Memang kita mudah tersilap mentafsir kehidupan ini. Kita selalu berprasangka, aku pasti bahagia kalau mendapat ini. Hakikatnya, apabila kita benar-benar mendapat apa yang kita inginkan itu, ia juga datang bersama masalah. Kita juga selalu melihat orang mengendarai mobil mewah  dan dihati kita berkata, alangkah bahagianya orang itu. Hakikatnya, Tidak mustahil pula orang yang mengendarai mobil mewah terpaksa membayar lebih tatkala berhenti untuk membeli durian di tepi jalan.
“Bukan semua yang anda sangka membahagiakan itu benar-benar membahagiakan. Bahagianya mungkin ada tapi deritanya juga datang sama. Semua benda pasti ada baik dan buruknya.”
Ketika anda terperangkap dalam kesesakan jalan raya, Sepeda motor mencari celah hingga mampu berada jauh dihadapan. Anda pun mengeluh, alangkah baiknya kalau aku hanya naik sepada motor  itu pasti cepat sampai ke tempat yang dituju. Padahal si pengendara sepeda motor sedang memikirkan bilakah dia akan mengendarai mobil. Bukan semua yang anda sangka membahagiakan itu benar-benar membahagiakan. Bahagianya mungkin ada tapi deritanya juga datang sama. Semua benda pasti ada baik dan buruknya.
Demikian juga pernikahan. Ia menjadi baik sebagai saluran yang betul untuk melepaskan syahwat, tapi banyak juga orang yang menikah hidupnya semakin tidak terurus. Banyak orang yang terjerumus pada perbuatan yang diakui baik, tetapi sikap itu justru akan mengantar keduanya ke neraka.  Bukankah dangan Ijab dan Kabul selain menghalalkan hubungan kelamin, tanggungjawab yang terpaksa dipikul juga turut bertambah? Bukankah apabila anda gagal melaksanakannya, anda membina dosa seterusnya jambatan ke neraka? Berapa banyak yang menyesali pernikahan padahal dahulunya mereka bermati-matian membina janji, memupuk cinta kasih malah ada yang sanggup berkorban apa sahaja asal impian menjadi nyata?
Jika tidak sanggup bergelar isteri tidak usah menikah dulu. Jika merasakan diri belum cukup ilmu bergelar ibu ayah, belajarlah dulu. Jika belum bersedia untuk bersabar dengan karena anak-anak, carilah dulu kesabaran itu. Jangan menikah dahulu sebab kenyataannya banyak yang tidak bersedia untuk melangkah tetapi sudah melompat, akhirnya jatuh terjerumus dan tidak mendapatkan pegangan tatkala mencoba mendaki naik.
Menikah  itu indah dan nikmat bagi yang benar-benar mengerti segala tuntutannya. Menikah itu menjanjikan pahala tidak putus-putus bagi yang menjadikan syurga sebagai tujuannya. Menikah itu merubah dari ketidaksempurnaan insan kepada kesempurnaan insan – bagi yang mengetahui rahsia-rahsianya. Menikahlah karena Allah dan Nabi-Nya, bukan kerana perasaan dan mengikut kebiasaan. Jodoh usah terlalu dirisaukan, tiba masanya ia akan datang menjemput, namun perlu juga anda membuka lorong-lorongnya agar jemputan itu mudah sampai.
“…Kekayaan yang paling kaya adalah akal, kemiskinan yang paling besar adalah jahil, keburukan yang paling hina adalah sesat.”
Kadangkala Allah sembunyikan matahari, Dia datangkan petir dan kilat. Kita menangis dan tertanya-tanya, kemana menghilangnya sinar. Rupa-rupanya Allah hendak hadiahkan kita pelangi. Cinta yang disemaikan tidak mungkin layu selagi ada imbas kembali. Hati remuk kembali kukuh selagi ketenangan dikecapi. Jiwa yang pasrah bertukar haluan selagi esok masih ada. Luka lama pastikan sembuh selagi iman terselit di dada. Kekayaan yang paling kaya adalah akal, kemiskinan yang paling besar adalah jahil, keburukan yang paling hina adalah sesat.
Tidak berguna adanya mata andai tidak dapat melihat, tak guna adanya hati kalau tak tahu menilai. Nilailah hati itu dengan teliti sebelum pergi mengundur diri kerana segalanya bermula dengan niat yang bertempat di hati.

Rabu, 28 November 2012

Rezeki yang Tidak Disangka-sangka



 “dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka - sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah SWT niscaya Allah SWT akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah SWT telah mengadakan ketentuan bagi tiap tiap sesuatu.” (QS 65:3 )
——– )I( —————- )I( ————- )I( ———-
Seandainya ada seekor semut kecil berwarna hitam, berada di atas batu hitam yang sangat besar, dan batu besar itu berada di dalam goa yang memiliki kedalaman teramat dalam, sungguh rezeki dia dijamin oleh Allah SWT dan takkan sedikit pun terdholimi dan terlepas dari rahmat Allah SWT.
Begitupun sekawanan burung, yang mengepakkan sayapnya di pagi hari. Menjelajah luasnya hamparan awan biru dan melintasi luasnya samudera pasti rezeki (berupa makanan) bagi dia telah dijaminNya. Mengapa burung itu merasa yakin akan mendapat makanan di  pagi hari itu?? Siapa pula yang menuntun dan memberikan ilham dalam mengembara mencari makanan kala itu?? Itu semua karena jaminan rezeki berada di tangan Allah SWT. Bahkan makanan yang dia dapat bukan saja mengenyangkan perutnya, tetapi di tambah oleh Allah hingga akhirnya sekembali ke sarangnya, burung itu pun bisa memberikan makanan kepada anak anaknya yang di tinggal di sarang di atas ketinggian begitu saja.
Kalau lah saja semut kecil hitam itu tidak terlepas rezeki nya dari Allah SWT, burung burung itu yang tidak dibekali akal pun mendapatkan rezeki dariNya, apakah kiranya kita (yang merupakan makhluk ciptaanNya paling sempurna), yang lebih besar ukuran tubuhnya dari semut dan burung akan dibiarkan begitu saja (tidak mendapatkan rezeki dariNya???)
Masalahnya bukan terletak pada dapat atau tidak dapat rezeki hari ini (karena memang rezeki itu hak prerogatif dari Allah SWT). Tetapi kurangnya usaha, kerja keras dari kita sendiri. Dan itu pun ternyata tidak cukup sampai disitu saja, kita disuruh tawakkal atas rezeki. Karena hitung hitungan untuk mendapatkan rezeki itu bukan seperti hitung hitungan matematika pada umumnya.  Ketika kita menginfakkan seratus rupiah pada hakikatnya rezeki kita tidak berkurang seratus tapi akan bertambah (insya allah) menjadi seribu. Karena setiap kita berbuat sekali kebaikan akan dibalas dengan 10 ganjaran kebaikan dari Allah SWT. Namun ganjaran kebaikan dari Allah SWT itupun tidak melulu berupa materi saja (bisa saja kesehatan, keselamatan, keberkahan dll).
Kalau memang belum rezekinya, biarpun kita pontang  panting mencari, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala tetap saja (karena belum rezekinya) dia takkan memperolehnya. Demikian pun kalau sudah menjadi rezekinya, biarpun baru terbangun dari tidurnya pasti juga akan mendapatkannya begitu saja karena skenario dari Allah SWT. Tapi janganlah lantas menyurutkan dan menyebabkan kita tidak mau berikhtiar, ogah berusaha mencari rezeki. Justeru tugas dan kewajiban kita itulah berikhtiar, masalah hasil kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.
Kalau sudah begitu, mengapa kita begitu enggan menyisihkan sebagian rezeki yang kita punya di saat kita kelebihan rezeki. Dengan beralasan akan mengurangi rezeki kita sungguh itu alasan yang dicari cari. Begitupun ketika kita kekurangan dalam rezeki hari ini, kenapa pula kita mesti cuma menggerutu dan cuma sumpah serapah serta cuma meratapi nasib saja. Tidakkah kau malu pada burung (dengan segala keterbatasannya dibanding kita yang lebih sempurna dari nya). Toh setiap di pagi hari dia akan keluar dari sarangnya, dia tidak menghiraukan akan mendapatkan makanan atau tidak, yang penting bagi dia tetap terbang terbang dan terbang mencari rahmat rezekiNya.
Dan….. ada rahasia abadi tentang rezeki disana. Ya, bisa saja kita akan mendapatkan rezeki dari arah yang tidak terduga duga, yang tidak kita sangkakan sebelumnya. Namun untuk mendapatkannya, Allah SWT mensyaratkan kita untuk bertawakkal kepadaNya, yang tentu sebelumnya telah dimulai dengan ikhtiar kita. Jadi jangan takut miskin mengeluarkan infak dari rezeki kita, jangan lah pula cuma menggerutu dan meratapi nasib saja, karena ada rezeki laayahtahsib (tidak disangka sangka) telah menanti kita….
Wallahu’alam bishowab……
Ya Allah cukupkanlah rezeki bagi hambaMu ini, ringankanlah selalu untuk menginfakkan sebagian rezekinya,,, Amin Ya Robb,,,,